Selasa, 29 Mei 2012

Pemberdayaan Sampah Pasar Bandungan Menggunakan Pressure Compost Machine kelompok tugas PLH

Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang dianggapnya sudah tidak berguna lagi sehingga diperlakukanya sebagai barang buangan yang disebut sampah. Sampah secara sederhana diartikan sebagai sampah organik ataupun anorganik yang dibuang oleh masyarakat dari berbagai lokasi di suatu daerah. Sumber sampah umumnya berasal dari perumahan dan pasar. Sampah menjadi masalah penting untuk kota yang padat penduduknya. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah volume sampah yang sangat besar sehingga malebihi kapasitas daya tampung tempat pembuangan sampah akhir (TPA), pengelolaan sampah dirasakan tidak memberikan dampak positif kepada lingkungan, dan kuranganya dukungan kebijakan dari pemerintah, terutama dalam memanfaatkan produk sampingan dari sampah yang menyebabkan tertumpuknya produk tersebut di tempat pembuangan akhir (TPA). Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial. Bahkan, dapat diartikan sebagai masalah kultural karena dampaknya mengenai berbagai sisi kehidupan, terutama di kota besar. Berdasarkan perkiraan, volume sampah yang dihasilkan oleh manusia rata-rata sekitar 0,5 kg/perkapita/hari, sehingga untuk kota besar seperti Jakarta yang memiliki penduduk sekitar 10 juta orang menghasilkan sampah sekitar 5000 ton/hari. Bila tidak cepat ditangani secara benar, maka kota-kota besar tersebut akan tenggelam dalam timbunan sampah berbarengan dengan segala dampak negatif yang ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara, tanah, dan sumber penyakit. Pada  pengolahan sampah tidak ada teknologi tanpa meninggalkan sisa. Oleh sebab itu, pengolahan sampah membutuhkan lahan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah sebagai barang yang memiliki nilai tidak seharusnya diperlakukan sebagai barang yang menjijikan, melainkan harus dapat dimanfaatkan sebagai bahan mentah atau bahan yang berguna lainnya. Pengolahan sampah harus dilakukan dengan efisien dan efektif, yaitu sedekat mungkin dengan sumbernya, seperti pasar, sekolah, maupun rumah tangga sehingga jumlah sampah dapat dikurangi. Sampah merupakan sumber daya alam yang sangat besar, apabila kita dapat memanfaatkannya dengan baik.
Oleh karena itu sampah tersebut perlu melalui proses daur ulang secara organik untuk menghasilkan produk pupuk yang sangat penting sebagai unsur hara untuk kesuburan tanah dan perkembangan tanaman. Pengelolaan sampah diantaranya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos maupun pupuk cair organik yang didalamnya terkandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, perbaikan struktur tanah dan zat yang dapat mengurangi bakteri yang merugikan dalam tanah. Pupuk organik biasanya tidak meninggalkan residu / sisa dalam tanaman sehingga hasil tanaman akan aman bila dikonsumsi.
Sampah pasar tradisional terdiri dari berbagai bahan organik dan non organik. Berdasarkan komposisisnya jumlah sampah organik tidak kurang dari 70 % bila dibandingkan dengan sampah non organik, sehingga bahan organik sampah tersebut sangat potensial untuk diolah menjadi kompos. Pasar tradisonal akan menyediakan bahan baku kompos secara terus menerus dan ini menjadi prasyarat penyediaan bahan baku bagi kegiatan industri khususnya industri pupuk organik.
Pengolahan sampah organik menjadi kompos dimulai dengan kegiatan memilah sampah antara organik dan non organik. Pelibatan pelaku pasar dalam melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah sangat diperlukan sehingga sarana pewadahan dilakukan secara  terpisah antara sampah organik dan non organik. Dengan demikian proses pengolahan sampah pasar tradisional menjadi kompos akan semakin cepat seiring dengan meningkatnya permintaan produk pertanian organik.
Sehingga pembuatan alat yang dapat mengolah sampah organik pasar menjadi produk yang berharga penting untuk diwujudkan agar penumpukan sampah dapat diantisipasi serta dapat memberdayakan sampah organik dari pasar yang dulunya kurang termanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis yang menguntungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar